Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

23.1.12

Sembilan Kecamatan Di Tebo Rawan Konflik

MUARATEBO,JS- Berkaca dari peristiwa konflik masyarakat pendatang dari Provinsi Riau dan Sumut dengan PT LAJ di Kecamatan VII Koto beberapa waktu lalu, serta sangketa lahan antara KAT Sungai Inuman Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir dengan warga Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay baru-baru ini, diperkirakan 9 kecamatan di Kabupaten Tebo terancam konflik yang terjadi akibat tidak adanya kejelasan batas-batas lahan di lapangan secara nyata.

4.11.11

Bagaimana Jika Sudah Begini?


Bencana demi Bencana terus datang silih berganti,dari bencana berupa Kecelakaan Angkutan darat,Laut dan Udara… Bencana Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi ,Tsunami dan Gunung meletus serta kebakaran maupun bencana lainnya terus melanda berbagai wilayah Dunia, termasuk Bangsa Indonesia. Khususnya Muara Tebo.

Bahkan yang lebih miris lagi, kini bencana moral pun terus bergelimpangan mewarnai setiap sudut pelataran Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung ini. Dan kita pun tampaknya tidak sadar serta tidak menggubris itu… namun justru menciptakan bencana-bencana baru yang terus memploroti jiwa.

beberapa pekan yang lalu, atau sejak 2011 ini kita semua dikejutkan dengan Kebakaran yang sangat besar, bahkan bencana yang luar biasa lagi yaitu dimana telah banyak kita dengar, lihat dan temui kasus perzinahan yang kian merebak. Dimana perbuatan nista, pikiran nista serta merta telah meracuni kita menjadi insan yang tidak selera akan rona indahnya ketenangan. Hingar bingar pelototan dan kelojotan auman singa kelaparan yang siap mencabik setiap kepala tidak berdosa pun terus terjadi di bumi ini. 

Singa-singa yang tak pernah reda hausnya, tak pernah reda laparnya terus mengejar mimpi-mimpi gilanya. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan. Dan pada akhirnya secercah langit biru berubah menjadi hitam pekat seiring jilatan halilintar yang terus menegur tanah arang bumi ini. Entahlah… tampaknya anak-anak singa pun kini terus bergiliran mencumbu dan merayu jiwa halus tak berdaya.

Ketakutan para malaikat kasar pun kini tak terbendung, pagi, siang, petang dan malam tak henti-henti menikam setiap urat syaraf. Pisau-pisau pengobat nista seakan tak sabar merambat keseluruh tubuh. Namun mereka tak pelak tetrap saja kalah saing dengan jumlahnya yang sedikit. Kalah saing dengan zaman yang tak lagi peduli pada sabetan pedang tua mereka.

Mungkin para malaikat kasar ini perlu politik baru untuk menyelamatkan kami. Sebab kami tak lagi mampu disinggung, tak lagi mampu dikata-katai, apalagi ditikam dengan pisau-pisau cinta. Mungkin itu yang dikatakan para singa lapar ini…

Kawan… ini sedikit rangkuman yang dapat kurekam tentang peristiwa yang terjadi di bumi kita nan dekat ini.

1.     Kebakaran hutan diwilayah Kecamatan Tebo Tengah disebut sebagai titik hotspot terbanyak, bahkan puluhan bahkan ratusan hektar lahan milik warga punah musnah menjadi abu.
2.      Sedikitnya sekitar enam rumah di VII Koto Ilir harus menjadi arang, kinipun kita tidak tahu bagaimana kabar kerabat kita disana.
3.      Muara Ketalo di Tebo Ilir harus meratap atas bencana kebakaran yang menyebabkan seorang ibu dan anak kehilangan lelaki penting dirumah tangganya.
4.      Bocah tidak mengerti apa-apa hanyut lenyap terbawa arus sungai, meskipun pada akhirnya ditemukan dengan keadaan tak bernyawa.
5.    Sepasang pelajar harus menahan malu setelah tertangkap basah berbuat nista dengan menggunakan seragam sekolah.
6.     Janda hamil sempat-sempatnya mengaku hamil setelah berhubungan lewat mimpi, dan pada nyatanya mengaku telah berbuat hal tak wajar diluar nikah.
7.      Kakak beradik kandung tega berbuat tak seronok demi memenuhi nafsu bejatnya.
8.      Puluhan ekor kerbau mati mendadak diserang wabah penyakit ngorok.
9.    Puluhan kambing harus buta, bahkan tak bisa amakn dan ada yang tenggelam bersama arus sungai dikarenakan buta yang disebabkan penyakit Pink Ey.
10.  Kecelakaan lalu lintas tragis berujung maut bagi tiga remaja seumuran pelajar SMP di Sungai Keruh.
11.  Lebih gila lagi, bocah dbawah umur dicabuli lelaki tua pemilik rumah di wilayah Tebo Tengah.
12. Dan kemarau yang cukup ekstrim menguji petani selama dua bulan terakhir, sehingga karet dan tanaman mereka tidak mampu memproduksi hasil maksimal.
13. Bahkan juga kekeringan sempat terjadi di wilayah Sungai Keruh, Teriti, Dusun Tuo Sumay, dan Ragunas.
14. Ironisnya lagi, saat ini malaria dan DBD mulai menyerang warga kita. Dan telah ditemukan beberapa pasien terserang penyakit Malaria di Tebo Tengah dan Ragunas.
15.  Anjing Rabies pun mulai ada ditemukan di beberapa daerah.
16.  Mungkin itu hanya sedikit fenomena yang terjadi sejak Juli lalu. Dan setelah ini kita tidak tahu lagi apa yang akan terjadi… dan ini adalah bencana…!

Maka tidak bisa ditunda tunda lagi,Saatnya Umat Manusia agar segera Intropeksi diri, Bertaubat dan Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tidak perlu saling tuding dan saling Menyalahkan Mengapa Musibah tersebut Melanda diberbagai Belahan Dunia dan datang silih Berganti, karena Musibah Datang karena kesalahan Umat Manusia sendiri, dan semua bisa terjadi juga karena Seijin Allah SWT.

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
[42:30] Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
[64:11] Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 
 
Intropeksi Diri adalah Sikap yang lebih memprioritaskan untuk melihat dan mengoreksi tentang diri sendiri,kalau sekiranya kita menemukan bahwa kita telah melakukan Kesalahan maka saatnya kita Bertaubat,memohon Ampun Kepada Allah,Berusaha Memperbaiki kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Maka selanjutnya kita harus senantiasa mendekatkan diri Kepada Allah,dengan mengikuti Ketentuan ketentuan-Nya. Coabalah untuk tidak lagi berbuat nista… tidak lagi meracuni mereka yang tak berdosa… tidak lagi memenggal kepala mereka hanya untuk kepentingan pribadi semata.. kasihanila negeri ini, kasihanilah kami…


14.10.11

4 Gubernur Teken Kesepakatan, Soal Pengelolaan Selat Karimata

EMPAT GUBERNUR  masing-masing Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA), Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali, Gubernur Kepulauan Riau Saleh Yazid, dan Gubernur Kalimantan Barat men- andatangani kesepakatan kerjasama pengelolaan Selat Karimata pada Kamis, 13 Oktober 2011.


Penandatanganan disaksikan Wakil Presiden RI Budiyono dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad, disela-sela pelaksanaan acara puncak Sail Wakatobi–Belitung 2011 bertempat di Pantai Selayang Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Kesepakatan juga dihadirin para Menteri Kabinet Bersatu kedua, anggota DPR RI, DPD RI, perwakilan negara peserta Sail Wakatobi–Belitung 2011, tokoh agama, tokoh masyarakat Bangka Belitung dan undangan lainnya.

Usai acara Gubernur Jambi menyampaikan bahwa potensi ikan di Selat Karimata sagat besar. “Sebagaimana sama-sama kita ketahui potensi ikan di Selat Karimata sagatlah besar. Dan ada kalanya nelayan dari masing-masing daerah memasuki wilayah tangkapan daerah lain. Dengan ditandatanganinya kesepakatan kerjasama pengelolaan Selat Karimata ini, maka ke depan daerah tangkapan ini akan dikelola secara bersama-sama oleh empat Provinsi ini,” tegas gubernur yang pernah Kabupaten Sarolangun itu.

Ditegaskan HBA, selama ini terjadinya penangkapan ikan oleh nelayan dari daerah di luar wilayahnya tangkapannya dikarenakan keterbatasan pengetahuan nelayan atas batas-batas wilayah tangkapannya. Dengan kesepakatan ini diharapkan tidak terjadi perselisihan antar sesama nelayan di Selat Karimata ini, karena pada kesepakatan ini akan dilakukan cara-cara penghitugannya.

Setelah penandatanganan ini akan dilanjutkan dengan dibentuknya Sekretariat Bersama, dan penentuan tempatnya, serta menunjuk ketua, termasuk dibentuknya Tim Implementasi dari kerjasama ini.

Gubernur berharap kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi Provinsi Jambi. “mudah-mudahan kerjasama ini akan member manfaat bagi Provinsi Jambi, karena Selat Karimata juga termasuk wilayah Provinsi Jambi.”

Diingatkan gubernur bahwa beberapa waktu yang lalu Provinsi Jambi telah mendapat bantuan dari Kementderian Kelautan dan Perikanan RI berupa empat unit kapal nelayan, yang nilainya mencapai Rp 8 miliar lebih, yang diberikan kepada Pemkab Tanjung Jabung Barat.

Sebelumnya Wakil Presiden, Budiyono  dalam sambutan menyampaikan bahwa pemerintah saat ini dan ke depan terus melanjutkan percepatan dan perluasan program-progra prorakyat wilayah pesisir, baik melalui program peningkatan kehidupan nelayan maupun peningkatan program pembangunan di sektor kelautan dan perikanan.

Ditegaskan wapres, Pemerintah ingin produksi hasil perikanan dapat terus ditingkatkan, khususnya ekspor hasil perikanan ke mancanegara. Disamping juga ingin mengembangkan budidaya perikanan, menambah tempat-tempat pengolahan ikan, serta memperluas tepat pendidikan Kelautan dan Perikanan untuk memberi nilai tambah bagi pemberdayaan potensi laut Indonesia.(rt)

10.10.11

Melihat Potensi Lahan Sawah di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung

Dari Budaya Agraris Ke Budaya Bisnis Petani Padi

Dalam setahun dari hasil cocok tanam padi sawah di Kabupaten Tebo hanya mampu memenuhi kebutuhan 40 persen dari ratusan ribu penduduk yang tersebar di dua belas kecamatan Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung ini. Padahal secara menyeluruh Tebo memiliki potensi lahan sawah seluas 12.000 hektar.  Kenapa hal tersebut terjadi? Berikut ulasan Radar Tebo.


Masa bercocok tanam seolah-olah merupakan suatu revolusi pada masa prasejarah. Dan pada masa era teknologi ini manusia mengalami perubahan yang sangat besar seiring jumlahnya yang kian ramai. Namun tetap saja bercocok tanam adalah merupakan faktor pendukung terpenting bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya di dunia yang semakin tua ini.

Tips Menjadi Wartawan Yang Baik dan Benar

1. Hubungan dengan narasumber harus dikontrol agar tidak terlalu dekat dan tidak terlalu renggang.
Ini mengarahkan kita menjadi independen. Juga agar tidak diperalat. Menjadi wartawan bukan untuk mencari kawan, juga tidak mencari lawan — tapi mencari berita.

Maka kalau ada wartawan [yang merasa] senior menegur anda, “Sudahlah, ngapain nulis kasus Pak Walikota, kita wartawan ini kan harus menjaga hubungan baik supaya banyak kawan,” jangan terpengaruh. Itu ajaran sesat. Tidak pernah ada dalam kode etik wartawan Indonesia, atau dalam kode etik wartawan di negara hantu belau mana pun, atau dalam mata kuliah jurnalistik, yang menyebutkan profesi wartawan adalah untuk mencari kawan sebanyak-banyaknya. Ingat: wartawan mencari berita — bukan mencari kawan, juga bukan lawan.
Dalam istilahku, setelah perenungan dan pergumulan batin selama 12 tahun bekerja sebagai jurnalis: “Sesungguhnya wartawan adalah pertapa yang hebat; yang sanggup kesepian di tengah keramaian; karena dia lebih peduli pada APA daripada SIAPA.”

9.10.11

Ketika Kemarau Menyapa Tebo

Anomali cuaca yang terjadi berupa musim panas pada Agustus-September di Kabupaten Tebo pada beberapa waktu lalu menimbulkan dampak serius dan mengkhawatirkan. Selain kekeringan, musim kemarau juga berdampak kebakaran serta terhambatnya aktivitas perekonomian masyarakat.

Meskipun sempat hujan pada Minggu (11/9) di hari, warga masih belum merasa tenang. Bahkan segenap warga dan tokoh masyarakat terus berharap agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkoordinir pelaksanaan sholat meminta hujan.

20.8.11

Guru Cueki Upacara HUT RI


Murid SD Berdiri, Puluhan
Guru Duduk Santai

NILAI perjuangan pahlawan sepertinya semakin luntur dan kurang mendapat penghargaan dari generasi sekarang yang tidak lagi mengindahkan sebuah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan. Parahnya, tidak hanya kalangan masyarakat awam, sekelompok guru di Kabupaten Tebo terlihat cuek saat orang dan anak sekolah upacara HUT RI dengan penuh khidmat.

Tingkah puluhan guru dan beberapa PNS ini terlihat saat pelaksaan upacara Peringatan HUT Republik Indonesia Ke-66 di lapangan Garuda Muara Tebo pada Rabu (17/8) kemarin. Tampak Puluhan peserta upacara dengan menggunakan seragam batik khas guru maupun seragam Hansip terlihat santai duduk di pinggir jalan tanpa memperdulikan berlangsungnya upacara yang di pimpin oleh Pejabat Bupati Tebo, Ir H Haviz Husaini MSi.

“Tidak terbayangkan ini bisa terjadi, anak SD aja ikut berbaris hingga upacara selesai, masa mereka para PNS dan beberapa guru enak-enak jongkok dan santai-santai di luar barisan. Kalau begini ya sudah, guru kencing berdiri, anak jadinya juga kencing berlari,” ujar salah satu warga yang menyaksikan upacara HUT Ri di pinggir lapangan Garuda kemarin.

Barisan Tentara, Polri, Pol PP hingga ke anak SD yang khidmat mengikuti upacara seolah-olah tidak menimbulkan rasa malu dari para guru tersebut, bahkan terlihat di antara mereka asik bersenda gurau sambil tertawa. “Seharusnya sebagai yang tua sadar diri dong, kan yang lihat banyak, bukan kita-kita aja,tapi juga anak-anak. Wajar aja kalau anak sekarang pintar melawan,” nada kesal keluar dari mulut seorang orangtua wali murid lainnya yang enggan namanya dipublikasikan.

Usai pelaksanaan upacara, Haviz Husaini saat di wawancarai mengatakan bahwa PNS yang tidak berbaris tersebut akan terus di imbau terus menerus kedepannya, dan minimal Minimal akan ada catatan dari SKPD serta akan di adakan binaan secara terus menerus, dan jangan sampai terulang lagi.

“Kita akan terus imbau dan bina secara terus menerus hingga nanti mereka terbiasa disiplin. Tentunya bagi para PNS dalam acara upacara harus mengikuti dengan disiplin sesuai setiap rangakaian acara,” ujar Haviz kemarin.(*)

Mengintip Perilaku Remaja di Bulan Ramadan

Keluar Malam Alasan Tarawih, Taunya Pacaran di Jalanan
Subhanallah.. Entah ada apa dengan negeri seentak galah serengkuh dayung ini. Justru di bulan Ramadan 1432 Hijriyah tahun ini para remaja malah semakin banyak keluyuran dengan pasangan mereka pada malam hari. Empat lokasi rawan mesum di Tebo Tengah pun tampak selalu ramai di kunjungi remaja. Berikut pantauan Radar Tebo.
Jika di malam-malam selain bulan Ramadan para remaja dan muda-mudi sangatlah sulit untuk mendapatkan izin dari orangtuanya agar dapat keluar malam. Namun, di bulan suci yang penuh berkah dan ampunan ini mereka mendapat keleluasaan yang sangat bebas.

Lalu benarkah dari sekian banyak mereka ada yang menyeleweng? Tentunya ada. Investigasi Radar Tebo Rabu (10/8) malam sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 Wib terlihat di sejumlah titik yang kerap dijadikan arena nongkrong maupun pacaran didapati puluhan remaja sedang asyik-asyikan ngerumpi, bahkan diantara mereka terlihat memegang botol minuman yang di kerubungi sekitar lima orang lelaki setengah baya.

Tidak hanya itu, di Jembatan Bungkal terlihat dua motor yang dikendarai dua anak muda, terlihat sedang asyik membonceng dua gadis yang masih mengenakan mukena melewati jembatan bungkal dan tidak tau entah kemana arahnya, padahal saat itu baru pukul 20.40 Wib.

Yo galak nianlah budak ko ngumpul di siko, yo nak diapoan lah, masalahnyo jembatan ko kelam dak be lampu,” ujar Ihsan warga sekitar beberapa waktu lalu kepada Radar Tebo.

Pemandangan serupa juga terlihat di tribun lapangan merdeka, terlihat sepasang kekasih sedang asyik duduk di tengah gelapnya malam sambil berpegangan tangan di tangga yang kian lapuk dimakan usia, begitupun dengan sekumpulan remaja lelaki dengan motor gaulnya yang asyik ngerumpi di pinggiran jalan.

Apalagi Taman Tanggo Rajo, meskipun diterangi lampu mereka tetap cuek saja. Sebab yang kerap dijadikan mereka tempat ngumpul bukanlah daerah yang ada lampunya, tetapi sisi sebelah luar turab yang melindungi mereka dari pandangan mata khalayak ramai.

Kadang dak habis pikir nengok budak kiniko, nak di tegah dak moh. Di tegah marah. Enaknyo di razia...tangkap...arak tengah urang banyak, baru tau nyo tu,” pungkas seorang pria tua saat dijumpai Radar Tebo sedang membuang sampah di TPS lapangan merdeka. 

Selain di kelurahan Muara Tebo, di area Kelurahan Tebing Tinggi juga di dapati tempat nongkrongnya para remaja. Di depan rumah dinas Bupati tebo juga terlihat puluhan lelaki yang diantara mereka terlihat ada beberapa remaja putri, uniknya para remaja ini hanya nongkrong saja. Sebab di antara mereka terlihat masih berada di usia SMP, jadi sedikit was-was dan grusuh ketika ada yang melihat.

Tidak berbeda dengan jalan Rumah Sakit Sulthan Thaha Saifudin Tebo, meskipun yang terlihat ngumpul adalah para remaja lelaki, tapinyatanya di pojok-pojok terlihat pasangan muda-mudi sedang asik bersenggama.

“Kami duduk disikolah bang, biasolah bang namonyo anak mudo. Kalo minum apo mabuk yo nak marah-marahlah kamiko, nan becinto tu ha marahi bang,” ujar salah satu remaja putra yang mengaku namanya Budi saat di mintai keterangan Radar Tebo.

Jika ini terjadi pada malam hari tampaknya  sudah biasa, namun jika itu terjadi di siang hari bagaimana? Dikatakan seorang warga bahwa di lembaga adat ditemukan sepasang remaja yang masih mengenakan seragam sekolah menengah atas sedang duduk-duduk berpangkuan.

“Anehnya mereka melihat saya malah cuek-cuek saja, ya saya mampir kesana karena melihat ada sepasang anak sekolah, siapa tau adik saya, tapi nyatanya bukan,” ujar  saksi mata yang melihat ulah sepasang remaja tersebut.

Ketika Petai Menjadi Buah Primadona Selama Bulan Ramadan

Harga Bervariasi, Makin Tua Kian Mahal dan Diminati
Walaupun hakekatnya Bulan Ramadan sebagai bulan untuk meningkatkan keimanan dan permohonan ampun, namun soal makanan selalu menjadi topik utama dalam keluarga. Terutama makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Salah satu buah yang tidak bisa dianggap enteng yakni petai yang biasa digunakan sebagai lalap atau lauk.

DI BULAN puasa Ramadan 1432 Hijriyah tahun 2011 Masehi ini tampaknya masyarakat cenderung meminati petai sebagai santapan lalap berbuka puasa. Banyaknya permintaan membuat harga petai di Muara Tebo melonjak dan bervariasi.

“Kebanyakan petai ini dibeli oleh ibu-ibu dan juga warung makanan yang menyediakan hidangan berbuka puasa,” ujar Bujang saat dijumpai Radar Tebo membeli petai di Pasar Tanjung Bungur Muara Tebo Selasa (09/8) kemarin.

Lanjutnya, beberapa pekan terakhir petai memang banyak dapat ditemukan di pasaran, namun petai tersebut adalah petai muda yang hanya bisa dimakan untuk lalap saja, sedangkan petai tua sudah mulai sulit mencarinya sehingga harganya mencapai Rp 8000 hingga Rp 9000 satu ikatnya.

“Harga petai ini susah dipatokin, kadang murah kadang mahal, ya tergantung petainya jugalah, kalau petai tua biasanya bisa mencapai Rp 9000an tapi kalau yang muda bahkan ada Rp 2000an satu ikatnya,” sela Bu Anis salah satu pedagang petai di Pasar Tanjung Bungur kemarin.

Petai memang dikenal sebagai lalap makanan yang disukai hampir semua kalangan masyarakat, apalagi Muara Tebo khususnya petai memang dijadikan sebagai makan favorit, baik itu dijadikan sambal ataupun lalap dengan tempoyak.

Namun, sayangnya buah favorit ini jarang sekali ditemukan di pasaran karena sudah mulai langka dan harganyapun mulai merangkak naik dari tahun sbeelumnya, seperti yang diakui pedagang lainnya. 

“Kami ngambil petai ini di Dusun Tanah Liat Pinang Baris, biasanya kami jual Rp 6000, tapi karena kali ini petainya bagus dan tua serta sulit mencarinya ya di jual Rp 8000 aja,” ujar Subhan pedagang petai keliling.

Menurut pedagang tersebut, melihat kondisi petai yang sulit di dapatkan ini karena sudah mulai jarang di jual orang dari desa, diyakini harga petai akan terus meningkat dan menjanjikan penghasilan yang lumayan tinggi jika mampu menjual petai dengan kualitas yang bagus dan tua-tua.(*)


Pengikut