Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Jejak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak. Tampilkan semua postingan

20.1.12

Jejak Anak Tebo

Tampilan Musikalisasi dan Puisi Anak Kamunitas Pintu Muara Tebo
Secara resmi Wakil Bupati Tebo, Hamdi membuka Kampanye Sastra III di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo. Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Ide Bagus dari Propinsi Jambi.

13.1.12

Pohon Pisang Unik Bertandan 2 Dan Berjantung 3

Warga Dusun Gajah Mati Desa Sungai Keruh Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo baru-baru ini dikagetkan penemuan batang pisang unik. Lazimnya pohon pisang menghasilkan satu tandan buah yang muncul dari satu jantung pisang.
 
Tapi pisang yang kerap tumbuh sembarang secara alami ini tumbuh setinggi sekitar 2,5 meter di halaman rumah milik Jauhari yang merupakan warga setempat dengan keadaan yang luar biasa, yaitu bertandan dua, dan memiliki tiga buah jantung. Dua tandan pisang bercabang berlawanan di ujung pohon pisang. Sementara, jantung tumbuh di masing-masing ujung tandan, salah satunya memiliki dua jantung dan satunya lagi satu jantung.
 
“Tidak ada perlakuan istimewa sejak dari tumbuh, semua berjalan apa adanya saja, hingga waktu akhirnya ditemukan pisang berbuah dua dan berjantung tiga ini. Kami juga tetap membiarkan pisang itu tumbuh,” ujarnya.
 
Buah-buah pisang tumbuh rata-rata 5-6 sisir disetiap tandanya. Yang muda seukuran ibu jari tangan orang dewasa. Menurut Nash salah satu warga setempat. Penemuan pisang aneh inipun dikatakan warga secara  tidak sengaja. Dimana pada waktu itu Jauharipun terkejut ketika sepulangnya dari acara pesta keluarga di Desa Rambahan mendapati keadaan pisang bertandan dua berjantung tiga tersebut.
 
“Sejak seminggu ini sering warga yang melintas mampir dan mengambil foto, dan sebenarnya pisang ini ditemukan secara tidak sengaja, sebab pemilik rumah tahu akan hal ini setelah pulang dari acara pesta keluarga didesa sebelah,” ujar Jasrimal pula.

Tak urung pisang aneh itu menjadi tontonan dan hiburan gratis warga. Kabar keunikan terus menyebar, apalagi letak pohon pisang tersebut berada tepat dipinggir Jalan Lintas Sumatera-Tebo.(*)

22.12.11

Sebuah Harapan Dari Pinggir Hutan
Ketika anak-anak SAD menyanyikan lagu ‘Bintang kecil’

Dibalik hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan bersama riuh rentaknya aktivitas manusia di Kota Muara Tebo, tidak  berapa jauh namun cukup melelahkan dibalik desa Muara Kilis  tinggal sekumpulan manusia yang senantiasa nyaman dengan ketenangan, senantiasa menyatu dengan alam. Mereka adalah merupakan suku anak dalam (SAD). Bagaimana kisah mereka? Apakah yang mereka lakukan? 

PelitaKita, mimpi sekelompok pemuda dewasa yang mengharu biru sehingga menjadi mimpi sikecil dungu yang haus ilmu
Pada suatu waktu akhir pekan yang membosankan, mingkin itulah kata-kata yang terjuluk diujung lidah bagi para penghuni Kota Muara Tebo. wajar saja, selain sepi di kota kecil inipun sulit untuk menemukan tempat yang nayaman untuk berlibur. Namun dibalik kebosanan itu seraya pandangan terlempar kepada beberapa pemuda yang masih terlihat kontras semangat menggebu-gebu saling berbagi cerita dibawah sesumbaran senyum terik matahari.

Kali ini berbeda, ketika biasanya mereka (Sebut saja Oktaviandi dan kawan-kawan,red) tidak lekang dari pembicaraan mengenai seputar  kemajuan Kabupaten Tebo, atau tentang suara-suara keadilan. Justru diakhir pekan ini topik yang diceritakan ialah merupakan suatu perjalanan yang nyaris hilang ditelan deru-deru mesin, dimana ketika anak-anak SAD menyanyikan lagu bintang kecil.

Sambil menyicipi sesuguhan tembakau yang bermerek samporena, Oktaviandi memulai ceritanya. Dimana pada suatu waktu. “sore itu cerah namun tidak seperti halnya dengan beberapa anak yang keluar dari sela-sela semak dipinggir sungai kecil didaerah sungai Innuman Muara Kilis, merka adalah Gabok, upadan, tampung, dan Suni. Mereka duduk dujembatan yang dibuat untuk mrmudahkan para pembalak liar dalam membawa kayu meraka   ke Saki  Mili,” ujarnya perlahan menahan tapi pasti.

Disambungnya cerita fakta itu dengan yakin, rupanya dulu ditempat itu orang tua mreka bergantung hidup dalam memenuhi kebutuhan mencari makan. Yah, mereka dulu tidak mengenal uang, mereka hanya hidup dengan sangat sederhana yang cuma memiliki tombak, parang, dan kain  panjang sebagai harta kekayaan dan alat untuk survival didalam hutan yang merupakan habitad mereka. Dulu meraka gembira, makanan untuk kebutuha mereka selalu terpenuhi walau tidak memiliki rumah karena mereka selalu hidup berpindah-pindah nomaden.

“Kami berusaha mendekati dan bisa komunikasi dengan mereka. Kami berusaha  dengan sedikit kurang percaya diri karena karakter mereka begitu pemalu. Dengan usaha yang kami lakukan akhirnya berhasil mengajak mereka ngobrol, saat itu mereke pulang dari mencari Labi-Labi untuk dijualnya,” ujarnya.

Namun labi-labi yang dicari kini sudah sulit ditemukan, bahkan habitatnya sekarang mulai langka. Saat itu dalam kebisuan teman saya bertanya pada Gabok yang kebetulan paling besar dibandingkan dengan temannya yang lain “dimano ado labi?” dengan pandangan yang layu gabok menjawab “dulu disiko banyak tapi lah abih” walu diskusi kami sangat kaku karna kami memang baru memesuki daerah itu, tempat itu sekitar 25 KM dari Desa Muaro Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo. Lokasi perumahan yang baru diresmikan oleh Deputi KEMENSOS ini memang diperuntukkan bagi KAT,  lokasinya  berada di tengah perkebunan milik perusahaan yang menanam karet dan sawit, tidak lagi hutan belantara seperti dulu, semuanya sangat jauh berubah. Tidak adalagi pohon-pohon besar, binatang buruan, wilayah kekuasaan kini telah berganti dengan hamparan perkebunan orang yang bermodal besar.

Sambil menghela nafas, Andi mencoba meneruskan ceritanya. “Tenyata berawal dari diskusi tesebut , kami menjadi semakin tertarik untuk dekat dengan mereka, ternyata mereka itu lugu, sederhana, dan begitu polos.  Mereka hanya tau untuk berusaha keras mencari makan demi bertahan hidup. Merek tidak pernah sekolah apalagi belajar seperti anak-anak Desa pada umumnya. Mereka tidak bisa membaca menulis apalagi mengajai. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi mereka tidak mengenal Negara Indonesia. Ironis memang semenjak 66 tahun Indonesia merdeka masih ada permasalahan. Mereka selalu membantu orang tua mereka dan berpisah jika telah dianggap dewasa,” ujarnya melemah.

Dikatakannya lagi, Laju deportasi hutan dan lahan yang tidak mungkin terbendung membuat lahan mereka semakin hilang, tentunya berdampak pada semakin sulitnya mereka mendapat kan kebutuhan hidup sehari-hari, perambahan besar-besaran oleh perusahaan perkebunan, perusahaan Tambang dan kebutuhan masyarakat akan lahan untuk berkebun yang tidak bisa dibendung tersebut memaksa mereka untuk hidup berdampingan dengan masyarakat pada umumnya, namun perubahan yang begitu drastis membuat mereka sulit untuk menyesuaikan diri,  karena mereka kurang bisa beradaptasi dalam kehidupan moderen. Kondisi ini tentu saja semakin memojokkan posisi SAD,  jika tidak ada pihak yang peduli dan serius untuk mencari jalan keluar bagi mereka, maka mereka akan selalu termarjinalkan.

“Memang ada bantuan perumahan sebanyak 50 unit untuk 50 KK, dengan jumlah 503 Jiwa  dari Dinas Sosial untuk perubahan pola hidup mereka yang nomaden, namun tidak memberikan kontribusi yang  berarti bagi mereka sehingga rumah-rumah itu sering ditinggalkan oleh penghuninya untuk mencari kebutuhan keidupan sehari-hari ditambah dengan tidak adanya pendidikan untuk merangsang  dan merubah pola pikir mereka  sebgai solusi agar mereka bisa hidup secara norma seperti masyarakat pada umumnya, tanpa meniggalkan budaya sebagai kekayaan nusantara. Kemudian kami menilai kurangnya perhatian pemerintah untuk SAD sendiri membuat mereka semakin terpojok , bahkan sebagian dari mereka ada yang menjadi pengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Andi yang tidak bosan mendatangi para anak SAD itu setiap kalinya.

Diakui mereka, setelah beberapa mempelajari kebiasaan mereka, akhirnya Oktaviandi bersama rekannya memberanikan diri memulai perogram dalam mendampingi mereka, mulai dengan mengumpulkan anak-anak usia sekolah dengan bantuan dari ketua kelompok mereka dan pendamping Dinas Sosial untuk bisa beradaptasi dengan kebudayaan mereka. Dimana pada saat itu tidak terlupakan oleh pemuda Kota kecil ini, dimana terlihat begitu jelas dalam ingatan mereka ketika memberikan Baju Seragam Sekolah dan seperangkat alat tulis. Tidak tertutupi oleh arasa senang, namun begitu jelas raut wajah mereka yang terlihat adalah bingung dengan hal yang baru mereka temui yaitu “Belajar”.

Mereka memang butuh itu, disutu sisi mereka juga butuh orang untuk membeli kebutuhan mereka sehari-hari. Mereka begitu serius mendengar perkenalan dari kami, dengan tubuh yang dekil mereka sangat serius dalam menyimak kata perkata yang kami ucapkan, walaupun meraka  masih malu–malu tetapi ada terbesit harapan dan cita-cita hinggap ditubuh mereka.

“Lagu Bintang Kecil yang pertama kami ajarkan pada mereka ternyata merupakan sebuah impian yang harus mereka wujudkan, meski sulit. Dan tentunya mereka juga punya impian layaknya anak-anak seusia mereka, mreka juga punya masa depan, masa depan yang entah berpihak pada mereka ataupun tidak berpihak pada mereka. Tapi, saya percaya lahirnya PELITA KITA  merupakan harapan besar bagi mereka dalam sebuah ikhtiar menjadikan hidup mereka lebih baik. Sangat jelas ingatan saya ketika Firdaus mengajak mereka menyanyikan bintang kecil nampak gairah keceriaan diwajah mereka dengan pendidikan sekolah alam yang mereka dapat. Sempat hati kami geli ketika selesai menyanyikan lagu bintang kecil Firdaus bertanya dari salah satu mereka “Suni dimano Bintang” Suni lalu menjawab “di Kiun “ (disana) sambil menunjuk keatas langit, betapa sedihnya kami mendengar jawaban dari Suni yang bagi kami merupakan betapa jauhnya mereka untuk menggapai mimpi. Padahal sangat  jelas sekali termaktub dalam UUD 1945 Pasal 32 yang berbunyi “pakir miskin dan rakyat terlantar dipelihara oleh Negara. Namun jangankan mendapat perhatian Negara bahkan mereka tidak mengenal Indonesia sebagai negara mereka,” ujar Andi sambil menarik nafas.

Sesekali rokok diantara jari telunjuk dan jari tengahnya itu disodorkan ke mulut, seketika itu juga asap tebal mengepul, seiring kata-kata yang menganulir dari lidahnya. “Disini Saya sangat berharap Pelita Kita sebagi wadah untuk mencapai perubahan yang lebih baik dan dapat memberikan sebuah solusi dengan mengajak seluruh Stakeholder dan seluruh pihak yang terkait untuk peduli akan nasib SAD bekerja sama untuk mewujudkan impian Suni dan kawan-kawan setinggi Bintang dilangit, serta membawa mereka menuju kehidupan yang berkeadaban,” ujarnya.

Melihat begitu pedarnya kisah mereka yang terbungkus dibalik kemelut haru birunya semangat manusia modern menggali kekayaaan alam, serta merta derasnya laju mesin mesin yang sempat menyamarkan ngengiang suara-suara para anak SAD tersebut. Namun walau begitu pekatnya cerita dan cepatnya gegaduh hiruk pikuk itu, sesumbar suara mereka tetap terdengar menusuk hati walau nyaris hilang, agak aneh, tapi sungguh sesuatu sekali dan membuat jiwa terharu…-Bintang kecil, di langit yang tinggi, Amat banyak, menghias angkasa, Aku ingin, terbang dan menarijauh tinggi ke tempat kau berada,- selintas suara itupun menhilang dibalik gemerisik pepohonan yang berguguran.

“Saya berharap semua kawan-kawan Pelita Kita tetap semangat, dan tetap teguh untuk berusaha memberikan impian mereka, dan kami juga seluruh Stakholder dan seluruh pihak yang terkait untuk peduli akan nasib SAD. Sehingga mimpi mereka tak lagi hanya sebatas nyanyian lagu bintang kecil yang tak kunjung mereka jumpai, tapi justru menjadi mimpi mimpi yang nyata di hari esok, dimana mereka mendapatkan impiannya dengan nyata dalam menggapai kehidupan yang berkeadaban,”pungkasnya.(*)

25.11.11

MARKAS MILITER BAWAH TANAH

Terletak di Swedia, Muskö merupakan fasilitas militer bawah tanah terbesar di dunia. Dipergunakan untuk Pangkalan Angkatan Laut.

Dibangun di bawah gunung batu granit, so pasti mustahil dihancurkan meriam, bom penghancur bunker bahkan rudal nuklir sekalipun.







Musko digunakan untuk pembuatan kapal Fregat, Kapal Perusak dan kapal selam mempunyai dermaga terpanjang mencapai 350 meter.

Ada tempat perbaikan kapal, rumah sakit, diningrooms, barak, mall, meeting room dll, semua di bawah gunung.
Ada rumah sakitnya juga. Jika terjadi perang ribuan tentara terluka/cedera bisa dirawat di dalamnya dengan kapasitas rumah sakit mencapai 1000 tempat tidur.
http://www.gallerydunia.com

18.11.11

MTQ Sungai Bengkal Meriah

Motivasi Meningkatkan
Keimanan dan Keetakwaan

Aksi Drum Band SMAN Tebo Ilir
 
SUNGAIBENGKAL-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke I  tingkat Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir di Sungai Bengkal  16-21 Nopember 2011, resmi dibuka oleh Bupati Tebo, H Sukandar pada malam kemrin (16/11).

Unsur Muspika dan Tokoh Agama Tebo Ilir
 
Pada sambutan Bupati,H Sukandar dalam acara tersebut mengatakan bahwa hendaknya kegiatan MTQ dilaksanakan jangan hanya sebagai ajang seremonial saja, atau sebagai kegiatan lomba yang bertujuan untuk mendapatkan nilai tinggi. Melainkan kgiatan ini hendaknya juga harus dilakukan dalam keseharian agar menjadi amal sholeh.

Ibu Majelis Ta'lim Tebo Ilir Disusul Bapak-Bapak Kompangan
 
“Terimakasih kepada panitia dan masyarakat yang telah menggelar kegiatan ini, namun harapan saya kegiatan ini tidak hanya untuk dinilai. Tetapi dilakukan juga dalam kehidupan sehari hari, sehingga menjadi amal pahala bagi kita semua dan menjadi moptivasi dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Sukandar.

Pembukaan MTQ yang dilaksanakn pukul 21.00 yang sempat di awali dengan pawai ta'aruf pada siang harinya yang melibatkan para peserta MTQ dari seluruh RW dan Sekolah di Kelurahan Sungai Bengkal  dengan mengambil  star di depan kantor Kecamatan Tebo Ilir hingga lapangan MTQ berjalan lancar, selain itu H Sukandar juga disajikan dengan tarian massal yang di ciptakan oleh Joko warga setempat pada malam pmbukaan.
 
Segenap Panitia Kegiatan

“Alhamdulillah pembukaan berjalan lancar dan semarak. Apalagi malam pembukaan yang dihadiri Bapak Bupati dilengkapi dengan tarian Massal Menyingkap Cahaya Illahi yang diciptakan pak Joko,” ujar Ketua Panitia, Masyoto melalui Seksi Humas, Azam Muakmal pada Radar Tebo (17/11) kemarin.

Pada kegiatan tersebut, ikut hadir unsur  Muspika Kecamatan Tebo Ilir beserta istri, dan sejumah tokoh agama dan masyarakat di Sungai Bengkal.  Tidak ketinggalan dalam acara teersebut masyarakat Sungai bngkal dari yang muda hingga tua penuh berjubelan dilapangan MTQ Sungai Bengkal tersebut.

“Kegiatan ini kita laksannakan mulai dari tanggal 16 hingga 21 mndatang. Harapan semua pserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Dan tentunya kegiatan ini dapat mnjadi motivasi bagi para gnerasi kita agar dapat meningkatkan kimanan dan ketakwaan kpada Allah SWT,” pungkasnya.(*)

13.11.11

MAPABA PMII Tebo Diwarnai Dzikir

Peserta Pingsan Saat
Mengikuti Pembaitan
Dzikir Bersama Ustadz Hasab Basri
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tebo, menggelar kegiatan penerimaan anggota baru (Mapaba). Kegiatan yang di selenggarakan Pengurus Cabang PMII Tebo tersebut, diikuti 33 peserta yang berasal dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tebo sebagai basis Pengurus Cabang Tebo. kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 13 Nopember ini diwarnai dengan kalimah dzikir, dan beberapa peserta sempat pingsan saat mengikuti pembaitan.
Menurut Ketua Panitia, Muchlisin, kegiatan itu sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII dan program kerja Cabang Tebo setahun kedepan. “Para peserta juga mendapatkan materi pengkaderan seperti tentang PMII, manajemen organisasi, serta mahasiswa dan tanggung jawab sosial, bahkan pada malam terakhir kita sengaja menggelar dizikir bersama ustadz Hasan Basir,S Pd I,” ujarnya.
Selain itu kegiatan dzikir tersebut dilakukan tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi bagaimana PC PMII Tebo dan Para Anggota Baru dapat memetik hikmah dari setiap bentuk kegiatan selama Mapaba, dan tentunya juga sebagai ibadah dalam mencari ketenagan diri, keberkahan dan Ridho Allah SWT. 
Sedangkan  tentang PMII meliputi sejarah lahirnya PMII sebagai organisasi eksternal kampus, AD/ART, sistem permusyawaratan, kedudukan, hingga maksud dan tujuan PMII. Materi itu disampaikan langsung Khairul Anwar S Pd yang merupakan Sekretaris Majelis Pembina Cabang PMII Tebo, dan materi Ahlussunnah Wal Jama’ah yang membicarakan seputar dzikir, fikir dan amal sholeh dalam kehidupan, materi ini langsung di sampaikan oleh Drs.Hafiz yang merupakan Tokoh Agama Di Kecamatan Tebo Tengah.
“Tak kalah pentingnya lagi materi mahasiswa dan tanggung jawab sosial yang disampaikan Sahabat dari Kabupaten Batanghari, Mahfud. Berkaitan erat dengan peran mahasiswa agar cepat tanggap dengan kondisi sosial masyarakat, Dengan begitu, mahasiswa diharapkan dapat ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Ketua Umum PC PMII Tebo, Ishak  mengatakan, kegiatan Mapaba merupakan kegiatan pengkaderan formal dan wajib untuk diikuti oleh setiap anggota sebagai calon generasi penerus PMII ke depan. Rencananya kegiatan itu akan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD), dan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL). ’’Selain itu, dilakukan juga kegiatan pelatihan kader informal. Seperti diskusi-diskusi PMII, pengiriman delegasi untuk mengikuti pertemuan-pertemuan pembahasan terkait situasi daerah, seperti diskusi perkembangan daerah, diskusi kesehatan dan lain-lain,” katanya. 
Lebih lanjut Ishak menambahkan, ada juga kegiatan pengkaderan bersifat non-formal. Meliputi pelatihan study advokasi (pendampingan), pelatihan kewirausahaan, pelatihan tata administrasi, pelatihan kepemimpinan dan lain-lain. ’’Kader PMII sebagai kaum intelektual, hendaknya memahami 3 pilar pendukung kekaderan. Yaitu kemahasiswaan, keislaman dan keindonesiaan. Hal ini sesuai dengan silabus (sistem, red) pengkaderan PMII,’’ pungkasnya.(*)

4.11.11

Bagaimana Jika Sudah Begini?


Bencana demi Bencana terus datang silih berganti,dari bencana berupa Kecelakaan Angkutan darat,Laut dan Udara… Bencana Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi ,Tsunami dan Gunung meletus serta kebakaran maupun bencana lainnya terus melanda berbagai wilayah Dunia, termasuk Bangsa Indonesia. Khususnya Muara Tebo.

Bahkan yang lebih miris lagi, kini bencana moral pun terus bergelimpangan mewarnai setiap sudut pelataran Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung ini. Dan kita pun tampaknya tidak sadar serta tidak menggubris itu… namun justru menciptakan bencana-bencana baru yang terus memploroti jiwa.

beberapa pekan yang lalu, atau sejak 2011 ini kita semua dikejutkan dengan Kebakaran yang sangat besar, bahkan bencana yang luar biasa lagi yaitu dimana telah banyak kita dengar, lihat dan temui kasus perzinahan yang kian merebak. Dimana perbuatan nista, pikiran nista serta merta telah meracuni kita menjadi insan yang tidak selera akan rona indahnya ketenangan. Hingar bingar pelototan dan kelojotan auman singa kelaparan yang siap mencabik setiap kepala tidak berdosa pun terus terjadi di bumi ini. 

Singa-singa yang tak pernah reda hausnya, tak pernah reda laparnya terus mengejar mimpi-mimpi gilanya. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan. Dan pada akhirnya secercah langit biru berubah menjadi hitam pekat seiring jilatan halilintar yang terus menegur tanah arang bumi ini. Entahlah… tampaknya anak-anak singa pun kini terus bergiliran mencumbu dan merayu jiwa halus tak berdaya.

Ketakutan para malaikat kasar pun kini tak terbendung, pagi, siang, petang dan malam tak henti-henti menikam setiap urat syaraf. Pisau-pisau pengobat nista seakan tak sabar merambat keseluruh tubuh. Namun mereka tak pelak tetrap saja kalah saing dengan jumlahnya yang sedikit. Kalah saing dengan zaman yang tak lagi peduli pada sabetan pedang tua mereka.

Mungkin para malaikat kasar ini perlu politik baru untuk menyelamatkan kami. Sebab kami tak lagi mampu disinggung, tak lagi mampu dikata-katai, apalagi ditikam dengan pisau-pisau cinta. Mungkin itu yang dikatakan para singa lapar ini…

Kawan… ini sedikit rangkuman yang dapat kurekam tentang peristiwa yang terjadi di bumi kita nan dekat ini.

1.     Kebakaran hutan diwilayah Kecamatan Tebo Tengah disebut sebagai titik hotspot terbanyak, bahkan puluhan bahkan ratusan hektar lahan milik warga punah musnah menjadi abu.
2.      Sedikitnya sekitar enam rumah di VII Koto Ilir harus menjadi arang, kinipun kita tidak tahu bagaimana kabar kerabat kita disana.
3.      Muara Ketalo di Tebo Ilir harus meratap atas bencana kebakaran yang menyebabkan seorang ibu dan anak kehilangan lelaki penting dirumah tangganya.
4.      Bocah tidak mengerti apa-apa hanyut lenyap terbawa arus sungai, meskipun pada akhirnya ditemukan dengan keadaan tak bernyawa.
5.    Sepasang pelajar harus menahan malu setelah tertangkap basah berbuat nista dengan menggunakan seragam sekolah.
6.     Janda hamil sempat-sempatnya mengaku hamil setelah berhubungan lewat mimpi, dan pada nyatanya mengaku telah berbuat hal tak wajar diluar nikah.
7.      Kakak beradik kandung tega berbuat tak seronok demi memenuhi nafsu bejatnya.
8.      Puluhan ekor kerbau mati mendadak diserang wabah penyakit ngorok.
9.    Puluhan kambing harus buta, bahkan tak bisa amakn dan ada yang tenggelam bersama arus sungai dikarenakan buta yang disebabkan penyakit Pink Ey.
10.  Kecelakaan lalu lintas tragis berujung maut bagi tiga remaja seumuran pelajar SMP di Sungai Keruh.
11.  Lebih gila lagi, bocah dbawah umur dicabuli lelaki tua pemilik rumah di wilayah Tebo Tengah.
12. Dan kemarau yang cukup ekstrim menguji petani selama dua bulan terakhir, sehingga karet dan tanaman mereka tidak mampu memproduksi hasil maksimal.
13. Bahkan juga kekeringan sempat terjadi di wilayah Sungai Keruh, Teriti, Dusun Tuo Sumay, dan Ragunas.
14. Ironisnya lagi, saat ini malaria dan DBD mulai menyerang warga kita. Dan telah ditemukan beberapa pasien terserang penyakit Malaria di Tebo Tengah dan Ragunas.
15.  Anjing Rabies pun mulai ada ditemukan di beberapa daerah.
16.  Mungkin itu hanya sedikit fenomena yang terjadi sejak Juli lalu. Dan setelah ini kita tidak tahu lagi apa yang akan terjadi… dan ini adalah bencana…!

Maka tidak bisa ditunda tunda lagi,Saatnya Umat Manusia agar segera Intropeksi diri, Bertaubat dan Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tidak perlu saling tuding dan saling Menyalahkan Mengapa Musibah tersebut Melanda diberbagai Belahan Dunia dan datang silih Berganti, karena Musibah Datang karena kesalahan Umat Manusia sendiri, dan semua bisa terjadi juga karena Seijin Allah SWT.

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
[42:30] Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
[64:11] Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 
 
Intropeksi Diri adalah Sikap yang lebih memprioritaskan untuk melihat dan mengoreksi tentang diri sendiri,kalau sekiranya kita menemukan bahwa kita telah melakukan Kesalahan maka saatnya kita Bertaubat,memohon Ampun Kepada Allah,Berusaha Memperbaiki kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Maka selanjutnya kita harus senantiasa mendekatkan diri Kepada Allah,dengan mengikuti Ketentuan ketentuan-Nya. Coabalah untuk tidak lagi berbuat nista… tidak lagi meracuni mereka yang tak berdosa… tidak lagi memenggal kepala mereka hanya untuk kepentingan pribadi semata.. kasihanila negeri ini, kasihanilah kami…


3.11.11

DRAMA SINGKAT MENGGETIRKAN...

Dalam Kegelapan yang menggulung sudut – sudut riwayat petang, dengan langkah gontai terseok – seok menuju seberkas cahaya, menatap tajam penuh ketakutan, berlari dan berlari hingga peluh menjadi jas dingin malam. ketenangan yang dulu menjadi tirai – tirai pelataran hati, kini tlah hilang terbawa angin dalam suram yang entah dimana ujungnya. 

Menangis tiada guna, berbuat tiada mampu, diam termangu hati dalam langkah yang tiada pasti. jubah sutra dan sepatu kulit hewan langka hanya menjadi sebuah simbol kebuasan belaka.
 
Wajahnya yang dulu penuh ambisi, penuh semangat pancarkan cahaya untuk mencahayai sosok – sosok lemah dan bodoh kini kian menyurut, dia kehilangan, dia sendiri terbawa dalam arus kegelapan meski ia tak sadari. terbaca wajah bangga dan puas disudut keseharian, namun gejolak menakutkan  bergemuruh, mengekang erat dalam jiwa yang sombong dan angkuh, serasa kelu mereka menatapnya,tapi tiada daya. aku sebadan tubuh yang bingung kian larut dalam kebencian, namun aku tiada beda dengan sosok – sosok mereka yang makan janji dan sumpah batu perak bercahayanya.

Jika kisah sedih datang dalam hidup kita, apa yang harus kita perbuat? Membiarkan atau menyembuhkan?

Bencana demi bencana datang silih berganti menyapa kita. Mulai dari banjir yang menerjang beberapa kota, kecelakaan transportasi darat, laut sampai udara dan beberapa musibah lain, seperti angin puting beliung, gempa dan tanah longsor, belum lagi musibah karena penyakit Demam berdarah, diare, busung lapar dan sebagainya.

Melihat kondisi demikian, siapapun akan tergetar dan berempati didalamnya. Deraian airmata atau isak tangis, entah karena kehilangan sanak saudara, kehilangan harta benda atau karena penyakit yang sedang diderita. Dan keadaan seperti itu sangatlah berat jika dirasakan.

Saat mengalami kisah sedih, sering kali kita menangis agar hati kita lebih lega, karena tidak selamanya menangis menunjukkan bahwa kita orang yang lemah dan tidak tegar.

4 MIMPI YANG MENGUBAH DUNIA

Setiap orang sudah pasti pernah bermimpi saat tidur. Entah itu mimpi yang indah atau pun buruk. Ada juga sejumlah mimpi yang membingungkan, di mana kita tidak tahu-menahu peristiwa yang terjadi dan orang-orang yang terlibat di dalam mimpi itu. Lebih aneh lagi, ada sejumlah mimpi yang begitu nyata yang kemudian benar-benar terjadi, karena itu, banyak orang yang percaya dengan mimpi, bahkan sengaja mencari "orang pintar" untuk mengartikan makna mimpi yang dialaminya. Berikut ini empat kasus mimpi yang benar-benar realistis sehingga pernah menggemparkan dunia.

1. Kimiawan Jerman, F.A.Friedrich Augustkekul

Suatu hari di musim dingin tahun 1864, kimiawan asal Jerman, F.A Friedrich Augustkekul von Stradonitz (829-1896) duduk mengantuk di depan tungku dinding, atom-atom dan molekul-molekul mulai berdansa (bergerak) dalam halusinasi, se-ikatan atom karbon bagaikan ular menggigit erat ekornya sendiri dan berputar-putar di depannya.

Seketika setelah sadar dari tidurnya, Friedrich akhirnya mengerti ternyata molekul benzena itu adalah sebuah rantai. Semua bukti yang ada menunjukkan molekul benzena itu begitu simetris, 6 buah atom karbon dan 6 atom hidrogen berurut sempurna secara simetris, serta membentuk molekul yang stabil. Puluhan tahun sebelumnya, para ilmuwan masih belum mengetahui strukturnya secara pasti. Atas penemuannya yang tak terduga ini, ia dikenal sebagai 'dewa cincin' karena berhasil mengungkapkan bagaimana 6 atom karbon molekul benzena berikatan dengan 6 atom hidrogen.

2. Ahli Kimia Rusia Dmitry Ivanovich Mendeleyev

February 1869, ini berhubungan dengan konstitusi dunia kimia, struktur tabel periodik. Waktu itu sudah ditemukan 63 jenis elemen, tanpa terelakkan ilmuwan harus mempertimbangkan, apakah dunia alam itu memiliki hukum tertentu, agar supaya elemen tersebut bisa secara berurut dibagi dalam berbagai kategori, dan memainkan fungsinya masing-masing? Profesor kimia yang berusia 35 tahun, Dmitry Ivanovich Mendeleyev berpikir keras mengenai masalah ini, dan dalam kelelahannya ia terbenam ke alam mimpi.

Dalam mimpinya itu ia melihat sebuah daftar, dan secara berturut-turut unsur-unsur itu jatuh ke dalam petak yang sesuai. Setelah bangun ia segera mengingat ide rancangan daftar tersebut: karakter elemen itu bertambah mengikuti nomor urut atau tabel atom, memperlihatkan perubahan yang teratur.

Dalam daftarnya, Dmitry Ivanovich Mendeleyev menyisakan kolom kosong terhadap elemen yang belum diketahui, dan dalam beberapa tahun sesudah itu, 11 jenis elemen yang diprediksikannya secara berturut-turut ditemukan, dan secara teratur menetap ke dalam tabel periodik, khususnya helium, neon, krypton, xenon dan radon yang belakangan ditemukan yang memberi tambahan kategori yang baru pada struktur tabel periodik, berbagai macam karakter cocok secara mengejutkan dengan prediksinya. Dan dunia elemen jelas sudah dengan sekali pandang, ia tak ubahnya seperti sebuah peta besar, dan riset kimia di masa yang akan datang semuanya akan tergantung pada gambar petunjuk ini.

3. Ahli Biologi dari Austria, Otto Loewi (1873-1961)

Malam sebelum hari kebangkitan Isa Almasih tahun 1921, ahli biologi Austria yakni Otto Loewi sadar dari mimpinya, ia mengambil secarik kertas dan tanpa sadar menulis sesuatu, lalu terkulai dan tertidur lagi. Pada pukul 6 pagi keesokan harinya, tiba-tiba teringat dirinya kemarin menulis sesuatu yang sangat penting, namun, ia tidak mengerti dengan simbol gambar yang ditulisnya sendiri. Untungnya, pada hari kedua pukul 3 dini hari, pemikiran baru yang telah berlalu itu kembali lagi, yaitu sebuah metode rancangan percobaan, bisa digunakan untuk membuktikan apakah hipotesa itu benar terhadap hal yang dikemukakan Otto Loewi pada 17 tahun silam.

Loewi bergegas bangkit dari ranjang dan segera ke laboratorium, menyembelih 2 ekor kodok, jantung kodok itu dikeluarkan dan direndam ke dalam garam fisiologis, salah satu kodok yang pertama itu membawa saraf kelana, sedangkan kodok yang kedua tidak. Dengan menggunakan elektroda Loewi merangsang saraf kelana pada jantung kodok pertama agar denyut jantungnya menjadi lamban, beberapa menit kemudian air garam yang merendamnya itu dialihkan ke dalam wadah tempat jantung kodok nomor dua, dan hasilnya denyut jantung kodok nomor dua juga menjadi lamban.

Hasil percobaan tersebut menunjukkan, bahwa saraf tidak secara langsung berefek pada otot, melainkan melalui pelepasan zat kimia, ketika saraf kelana pada jantung kodok pertama itu mendapat rangsangan menghasilkan zat-zat tertentu, mereka atau zat-zat itu larut dalam air garam dan menimbulkan efek terhadap jantung kodok nomor dua. Demikianlah penyebaran kimia dari impuls syaraf diketahui, ia telah membuka sebuah bidang riset yang baru, sekaligus membuat Loewi memperoleh hadiah nobel fisiologi dan ilmu kedokteran tahun 1936.

4. Bangsa Amerika bernama Illyas Hall menemukan Mesin Jahit

Realitas atas penemuan sesuatu dari pemikiran yang terinspirasi melalui mimpi tidaklah sedikit, berikut ini adalah sebuah contoh yang sangat terkenal. Sebab mimpi ini membuat kerja manual berubah menjadi mekanis, lagipula hingga sekarang digunakan di seluruh dunia, karena itu orang-orang selalu mengingatnya.

Sebelum menghasilkan pakaian secara industrial, jarum jahit yang ada dalam pandangan semua orang adalah sama yakni lubang benang dimasukkan pada ujung mata jarum, dengan demikian, ketika jarum menembus masuk ke kain, benangnya baru bisa masuk. Bagi penjahit manual ini tidak ada masalah, namun, mesin jahit industri perlu membuat agar benang menembus dulu ke kain. Para penemu atau pencipta waktu itu menggunakan jarum ganda atau cara polijarum, namun, tidak efisien.

Pada tahun 1940-an, seorang bangsa Amerika bernama Illyas Hall dalam kebingungannya karena tidak bisa menyelesaikan masalah itu akhirnya tertidur, dan dalam tidurnya bermimpi bertemu dengan sekelompok manusia liar hendak memenggal kepalanya atau memasaknya untuk dimakan. Seluk beluk mengenai hal ini terdapat versi yang berbeda, pendek kata berada dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan, dengan sekuat tenaga hendak keluar dari kuali atau menghindari parang, namun, oleh para manusia liar itu ia diancam dengan tombak panjang, tepat di saat itu ia melihat lubang di ujung tombak itu.

Karena mimpi itu, ia memutuskan meninggalkan cara menjahit dengan tangan karena ada alasannya. Ia merancang lubang jarum yang pada tahun 1845 contoh pertama mesinnya diperkenalkan, kecepatan mesin bisa menjahit 250 jarum per menit, lebih cepat dibanding beberapa penjahit profesional, dan mesin jahit untuk industri yang benar-benar efisien akhirnya terwujud.

Sebenarnya, semua orang tidak asing lagi dengan yang namanya mimpi, namun konon katanya, hanya ingatan mimpi-mimpi yang sangat jelas baru bisa bertalian erat dengan pemimpi. Sedangkan mimpi-mimpi yang membingungkan tidak mengandung nilai pertimbangan apa pun. Dikarenakan mimpi menjadi sukses sehingga ke-4 orang tersebut di atas benar-benar membuat orang iri, sebenarnya dari manakah mimpi itu? Sumber Klik Disini http://asaborneo.blogspot.com/2011/10/4-mimpi-yang-mengubah-dunia.html

Pengalamanku… Setelah aku menemukan tulisan ini dari sebuah situs. Akumangut-mangut, seharian aku berpikir terhadap mimpi-mimpiku. Di akhir bulan ini ada empat mimpiku, dan dua diantaranya menjadi kenyataan. Mungkin terlalu berlebihan ya… terus ada yang bisa ga memberikan masukan tentang mimpi ini sesunggunhnya apa sih? Terus kenapa dari mimpi kita terkadang menjadi suatu kenyataan? Dinamakan apa sebenarnya itu???


Pengikut