Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

20.1.12

Jejak Anak Tebo

Tampilan Musikalisasi dan Puisi Anak Kamunitas Pintu Muara Tebo
Secara resmi Wakil Bupati Tebo, Hamdi membuka Kampanye Sastra III di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo. Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Ide Bagus dari Propinsi Jambi.

13.1.12

Ce Bee Club Unit Muara Tebo , Persiapkan Diri Menjadi Cabang

Setelah memberikan kejutan dengan membuka kelas bagi para pelajar SMA, kini Cee Bee Club yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara Muatra Tebo Kecamatan Tebo Tengah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi cabang. namun tentunya untuk menggapai hal tersbeut tentunya sangat dibutuhkan usaha dan kesiapan yang maksimal.
 
“Sebagai lembaga pendidikan kita terus berupaya berbenah diri, disamping itu pula kita berusaha untuk mengembangkan pendidikan ini serta meningkatkan mutu dan kualitasnya,” ujar pendiri Ce Bee Club Unit Muara Tebo, Khairul kemarin.

Usaha untuk mencerdaskan anak bangsa dengan pandai berbahasa, khsusunya di Muara tebo terus dilakukan oleh Ce Bee Club, Tidak dapat dipungkiri s
emua orang tua pasti ingin anaknya pandai berbahasa inggris, karena hampir semua bisnis dan pekerjaan sekarang ini membutuhkan orang-orang yanng bisa bahasa inggris. Orang tua yang ingin anaknya pintar bahasa inggris, biasanya mengupayakan kursus bahasa inggris sejak kecil. Namun sayang, tidak banyak anak yang menyukai kegiatan belajar bahasa inggris yang diadakan di kurs
 
Membiasakan diri terhadap bahasa Inggris sejak usia SD merupakan salah satu cara terbaik agar anak-anak dapat fasih berbahasa Inggris di kemudian hari. Usia SD merupakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan bahasa Inggris pada anak karena anak usia SD memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga mampu menyerap pelajaran lebih cepat.
 
Untuk itu BeeClub hadir dalam rangka memfasilitasi setiap orang tua dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anaknya. Dan dengan Lembaga Bimbingan Belajar  Creative English (CE) Bee Club Kursus Bahasa Inggris yang yang beralamat di Jl.KH.Dewantara belakang Koramil Muara Tebo kini orangtua pun mendapatkan kemudahan untuk memintarkan anknya berbahasa inggris.
 
Dikataaknnya pula, untuk mengikuti latihan bimbingan belajar di Ce Bee Club para pelajar dapat memilih pada sore hari ataupun malam hari. Namun tentunya harus melalui izin dan pendaftaran yang diketahui atau diantar orangtua calon peserta didik. Sedangkan biaya yang dikenakan sangat murah dan terjangkau.
 
Kesempatan dibuka bagi semua pelajar SD, SMP, hingga SMA maupun Mahasiswa, keberadaan Ce Bee Club semakin eksis dalam memberikan kontribusi bagi siswa, baik dalam menghadapi Ujian Nasioanl maupun di dalam kehidupan  segari–hari dimasyarakat maupun didunia Bisnis yang pada umumnya mengedepankan penguasaan berkomunikasi bahasa internasional.
 
“Perlu kita ketahui, bahwa kompetisi di era globalisasi ini semakin  tinggi. Jika kita tidak memiliki kemahiran pendukung berkomunikasi tentunya akan tertinggal. Hanya orang yang memilki kemampuan dan keuanggulan yang dapat exist dan survive. Dan yang saat ini paling mendasar yaitu adalah penguasaan Bahasa Inggris yang merupakan bahasa pergaulan dan bahasa ilmu pengetahuan  dunia,” ujar Khairul Anwar pada Radar Tebo kemarin.
 
Lebih jauh dikatakan Khairul, khusus di level SMA para peserta didik akan diarahkan untuk lebih memadatkan pemahaman mengenai speaking dan reading, dan ditekankan untuk lebih aktif dalam memahami wacana maupun berkomunikasi dengan baik. Dan untuk mencapai itu tentunya di dukung oleh tutor yang berpengalaman.
 
“Selain untuk pelajar SMA, kita kedepannya juga akan berupaya membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendalami pengetahuan bahasa inggris di Ce Bee Club ini,” pungkasnya.(*)

22.12.11

Sebuah Harapan Dari Pinggir Hutan
Ketika anak-anak SAD menyanyikan lagu ‘Bintang kecil’

Dibalik hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan bersama riuh rentaknya aktivitas manusia di Kota Muara Tebo, tidak  berapa jauh namun cukup melelahkan dibalik desa Muara Kilis  tinggal sekumpulan manusia yang senantiasa nyaman dengan ketenangan, senantiasa menyatu dengan alam. Mereka adalah merupakan suku anak dalam (SAD). Bagaimana kisah mereka? Apakah yang mereka lakukan? 

PelitaKita, mimpi sekelompok pemuda dewasa yang mengharu biru sehingga menjadi mimpi sikecil dungu yang haus ilmu
Pada suatu waktu akhir pekan yang membosankan, mingkin itulah kata-kata yang terjuluk diujung lidah bagi para penghuni Kota Muara Tebo. wajar saja, selain sepi di kota kecil inipun sulit untuk menemukan tempat yang nayaman untuk berlibur. Namun dibalik kebosanan itu seraya pandangan terlempar kepada beberapa pemuda yang masih terlihat kontras semangat menggebu-gebu saling berbagi cerita dibawah sesumbaran senyum terik matahari.

Kali ini berbeda, ketika biasanya mereka (Sebut saja Oktaviandi dan kawan-kawan,red) tidak lekang dari pembicaraan mengenai seputar  kemajuan Kabupaten Tebo, atau tentang suara-suara keadilan. Justru diakhir pekan ini topik yang diceritakan ialah merupakan suatu perjalanan yang nyaris hilang ditelan deru-deru mesin, dimana ketika anak-anak SAD menyanyikan lagu bintang kecil.

Sambil menyicipi sesuguhan tembakau yang bermerek samporena, Oktaviandi memulai ceritanya. Dimana pada suatu waktu. “sore itu cerah namun tidak seperti halnya dengan beberapa anak yang keluar dari sela-sela semak dipinggir sungai kecil didaerah sungai Innuman Muara Kilis, merka adalah Gabok, upadan, tampung, dan Suni. Mereka duduk dujembatan yang dibuat untuk mrmudahkan para pembalak liar dalam membawa kayu meraka   ke Saki  Mili,” ujarnya perlahan menahan tapi pasti.

Disambungnya cerita fakta itu dengan yakin, rupanya dulu ditempat itu orang tua mreka bergantung hidup dalam memenuhi kebutuhan mencari makan. Yah, mereka dulu tidak mengenal uang, mereka hanya hidup dengan sangat sederhana yang cuma memiliki tombak, parang, dan kain  panjang sebagai harta kekayaan dan alat untuk survival didalam hutan yang merupakan habitad mereka. Dulu meraka gembira, makanan untuk kebutuha mereka selalu terpenuhi walau tidak memiliki rumah karena mereka selalu hidup berpindah-pindah nomaden.

“Kami berusaha mendekati dan bisa komunikasi dengan mereka. Kami berusaha  dengan sedikit kurang percaya diri karena karakter mereka begitu pemalu. Dengan usaha yang kami lakukan akhirnya berhasil mengajak mereka ngobrol, saat itu mereke pulang dari mencari Labi-Labi untuk dijualnya,” ujarnya.

Namun labi-labi yang dicari kini sudah sulit ditemukan, bahkan habitatnya sekarang mulai langka. Saat itu dalam kebisuan teman saya bertanya pada Gabok yang kebetulan paling besar dibandingkan dengan temannya yang lain “dimano ado labi?” dengan pandangan yang layu gabok menjawab “dulu disiko banyak tapi lah abih” walu diskusi kami sangat kaku karna kami memang baru memesuki daerah itu, tempat itu sekitar 25 KM dari Desa Muaro Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo. Lokasi perumahan yang baru diresmikan oleh Deputi KEMENSOS ini memang diperuntukkan bagi KAT,  lokasinya  berada di tengah perkebunan milik perusahaan yang menanam karet dan sawit, tidak lagi hutan belantara seperti dulu, semuanya sangat jauh berubah. Tidak adalagi pohon-pohon besar, binatang buruan, wilayah kekuasaan kini telah berganti dengan hamparan perkebunan orang yang bermodal besar.

Sambil menghela nafas, Andi mencoba meneruskan ceritanya. “Tenyata berawal dari diskusi tesebut , kami menjadi semakin tertarik untuk dekat dengan mereka, ternyata mereka itu lugu, sederhana, dan begitu polos.  Mereka hanya tau untuk berusaha keras mencari makan demi bertahan hidup. Merek tidak pernah sekolah apalagi belajar seperti anak-anak Desa pada umumnya. Mereka tidak bisa membaca menulis apalagi mengajai. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi mereka tidak mengenal Negara Indonesia. Ironis memang semenjak 66 tahun Indonesia merdeka masih ada permasalahan. Mereka selalu membantu orang tua mereka dan berpisah jika telah dianggap dewasa,” ujarnya melemah.

Dikatakannya lagi, Laju deportasi hutan dan lahan yang tidak mungkin terbendung membuat lahan mereka semakin hilang, tentunya berdampak pada semakin sulitnya mereka mendapat kan kebutuhan hidup sehari-hari, perambahan besar-besaran oleh perusahaan perkebunan, perusahaan Tambang dan kebutuhan masyarakat akan lahan untuk berkebun yang tidak bisa dibendung tersebut memaksa mereka untuk hidup berdampingan dengan masyarakat pada umumnya, namun perubahan yang begitu drastis membuat mereka sulit untuk menyesuaikan diri,  karena mereka kurang bisa beradaptasi dalam kehidupan moderen. Kondisi ini tentu saja semakin memojokkan posisi SAD,  jika tidak ada pihak yang peduli dan serius untuk mencari jalan keluar bagi mereka, maka mereka akan selalu termarjinalkan.

“Memang ada bantuan perumahan sebanyak 50 unit untuk 50 KK, dengan jumlah 503 Jiwa  dari Dinas Sosial untuk perubahan pola hidup mereka yang nomaden, namun tidak memberikan kontribusi yang  berarti bagi mereka sehingga rumah-rumah itu sering ditinggalkan oleh penghuninya untuk mencari kebutuhan keidupan sehari-hari ditambah dengan tidak adanya pendidikan untuk merangsang  dan merubah pola pikir mereka  sebgai solusi agar mereka bisa hidup secara norma seperti masyarakat pada umumnya, tanpa meniggalkan budaya sebagai kekayaan nusantara. Kemudian kami menilai kurangnya perhatian pemerintah untuk SAD sendiri membuat mereka semakin terpojok , bahkan sebagian dari mereka ada yang menjadi pengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Andi yang tidak bosan mendatangi para anak SAD itu setiap kalinya.

Diakui mereka, setelah beberapa mempelajari kebiasaan mereka, akhirnya Oktaviandi bersama rekannya memberanikan diri memulai perogram dalam mendampingi mereka, mulai dengan mengumpulkan anak-anak usia sekolah dengan bantuan dari ketua kelompok mereka dan pendamping Dinas Sosial untuk bisa beradaptasi dengan kebudayaan mereka. Dimana pada saat itu tidak terlupakan oleh pemuda Kota kecil ini, dimana terlihat begitu jelas dalam ingatan mereka ketika memberikan Baju Seragam Sekolah dan seperangkat alat tulis. Tidak tertutupi oleh arasa senang, namun begitu jelas raut wajah mereka yang terlihat adalah bingung dengan hal yang baru mereka temui yaitu “Belajar”.

Mereka memang butuh itu, disutu sisi mereka juga butuh orang untuk membeli kebutuhan mereka sehari-hari. Mereka begitu serius mendengar perkenalan dari kami, dengan tubuh yang dekil mereka sangat serius dalam menyimak kata perkata yang kami ucapkan, walaupun meraka  masih malu–malu tetapi ada terbesit harapan dan cita-cita hinggap ditubuh mereka.

“Lagu Bintang Kecil yang pertama kami ajarkan pada mereka ternyata merupakan sebuah impian yang harus mereka wujudkan, meski sulit. Dan tentunya mereka juga punya impian layaknya anak-anak seusia mereka, mreka juga punya masa depan, masa depan yang entah berpihak pada mereka ataupun tidak berpihak pada mereka. Tapi, saya percaya lahirnya PELITA KITA  merupakan harapan besar bagi mereka dalam sebuah ikhtiar menjadikan hidup mereka lebih baik. Sangat jelas ingatan saya ketika Firdaus mengajak mereka menyanyikan bintang kecil nampak gairah keceriaan diwajah mereka dengan pendidikan sekolah alam yang mereka dapat. Sempat hati kami geli ketika selesai menyanyikan lagu bintang kecil Firdaus bertanya dari salah satu mereka “Suni dimano Bintang” Suni lalu menjawab “di Kiun “ (disana) sambil menunjuk keatas langit, betapa sedihnya kami mendengar jawaban dari Suni yang bagi kami merupakan betapa jauhnya mereka untuk menggapai mimpi. Padahal sangat  jelas sekali termaktub dalam UUD 1945 Pasal 32 yang berbunyi “pakir miskin dan rakyat terlantar dipelihara oleh Negara. Namun jangankan mendapat perhatian Negara bahkan mereka tidak mengenal Indonesia sebagai negara mereka,” ujar Andi sambil menarik nafas.

Sesekali rokok diantara jari telunjuk dan jari tengahnya itu disodorkan ke mulut, seketika itu juga asap tebal mengepul, seiring kata-kata yang menganulir dari lidahnya. “Disini Saya sangat berharap Pelita Kita sebagi wadah untuk mencapai perubahan yang lebih baik dan dapat memberikan sebuah solusi dengan mengajak seluruh Stakeholder dan seluruh pihak yang terkait untuk peduli akan nasib SAD bekerja sama untuk mewujudkan impian Suni dan kawan-kawan setinggi Bintang dilangit, serta membawa mereka menuju kehidupan yang berkeadaban,” ujarnya.

Melihat begitu pedarnya kisah mereka yang terbungkus dibalik kemelut haru birunya semangat manusia modern menggali kekayaaan alam, serta merta derasnya laju mesin mesin yang sempat menyamarkan ngengiang suara-suara para anak SAD tersebut. Namun walau begitu pekatnya cerita dan cepatnya gegaduh hiruk pikuk itu, sesumbar suara mereka tetap terdengar menusuk hati walau nyaris hilang, agak aneh, tapi sungguh sesuatu sekali dan membuat jiwa terharu…-Bintang kecil, di langit yang tinggi, Amat banyak, menghias angkasa, Aku ingin, terbang dan menarijauh tinggi ke tempat kau berada,- selintas suara itupun menhilang dibalik gemerisik pepohonan yang berguguran.

“Saya berharap semua kawan-kawan Pelita Kita tetap semangat, dan tetap teguh untuk berusaha memberikan impian mereka, dan kami juga seluruh Stakholder dan seluruh pihak yang terkait untuk peduli akan nasib SAD. Sehingga mimpi mereka tak lagi hanya sebatas nyanyian lagu bintang kecil yang tak kunjung mereka jumpai, tapi justru menjadi mimpi mimpi yang nyata di hari esok, dimana mereka mendapatkan impiannya dengan nyata dalam menggapai kehidupan yang berkeadaban,”pungkasnya.(*)

18.11.11

MTQ Sungai Bengkal Meriah

Motivasi Meningkatkan
Keimanan dan Keetakwaan

Aksi Drum Band SMAN Tebo Ilir
 
SUNGAIBENGKAL-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke I  tingkat Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir di Sungai Bengkal  16-21 Nopember 2011, resmi dibuka oleh Bupati Tebo, H Sukandar pada malam kemrin (16/11).

Unsur Muspika dan Tokoh Agama Tebo Ilir
 
Pada sambutan Bupati,H Sukandar dalam acara tersebut mengatakan bahwa hendaknya kegiatan MTQ dilaksanakan jangan hanya sebagai ajang seremonial saja, atau sebagai kegiatan lomba yang bertujuan untuk mendapatkan nilai tinggi. Melainkan kgiatan ini hendaknya juga harus dilakukan dalam keseharian agar menjadi amal sholeh.

Ibu Majelis Ta'lim Tebo Ilir Disusul Bapak-Bapak Kompangan
 
“Terimakasih kepada panitia dan masyarakat yang telah menggelar kegiatan ini, namun harapan saya kegiatan ini tidak hanya untuk dinilai. Tetapi dilakukan juga dalam kehidupan sehari hari, sehingga menjadi amal pahala bagi kita semua dan menjadi moptivasi dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Sukandar.

Pembukaan MTQ yang dilaksanakn pukul 21.00 yang sempat di awali dengan pawai ta'aruf pada siang harinya yang melibatkan para peserta MTQ dari seluruh RW dan Sekolah di Kelurahan Sungai Bengkal  dengan mengambil  star di depan kantor Kecamatan Tebo Ilir hingga lapangan MTQ berjalan lancar, selain itu H Sukandar juga disajikan dengan tarian massal yang di ciptakan oleh Joko warga setempat pada malam pmbukaan.
 
Segenap Panitia Kegiatan

“Alhamdulillah pembukaan berjalan lancar dan semarak. Apalagi malam pembukaan yang dihadiri Bapak Bupati dilengkapi dengan tarian Massal Menyingkap Cahaya Illahi yang diciptakan pak Joko,” ujar Ketua Panitia, Masyoto melalui Seksi Humas, Azam Muakmal pada Radar Tebo (17/11) kemarin.

Pada kegiatan tersebut, ikut hadir unsur  Muspika Kecamatan Tebo Ilir beserta istri, dan sejumah tokoh agama dan masyarakat di Sungai Bengkal.  Tidak ketinggalan dalam acara teersebut masyarakat Sungai bngkal dari yang muda hingga tua penuh berjubelan dilapangan MTQ Sungai Bengkal tersebut.

“Kegiatan ini kita laksannakan mulai dari tanggal 16 hingga 21 mndatang. Harapan semua pserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Dan tentunya kegiatan ini dapat mnjadi motivasi bagi para gnerasi kita agar dapat meningkatkan kimanan dan ketakwaan kpada Allah SWT,” pungkasnya.(*)

13.11.11

MAPABA PMII Tebo Diwarnai Dzikir

Peserta Pingsan Saat
Mengikuti Pembaitan
Dzikir Bersama Ustadz Hasab Basri
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tebo, menggelar kegiatan penerimaan anggota baru (Mapaba). Kegiatan yang di selenggarakan Pengurus Cabang PMII Tebo tersebut, diikuti 33 peserta yang berasal dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tebo sebagai basis Pengurus Cabang Tebo. kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 13 Nopember ini diwarnai dengan kalimah dzikir, dan beberapa peserta sempat pingsan saat mengikuti pembaitan.
Menurut Ketua Panitia, Muchlisin, kegiatan itu sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII dan program kerja Cabang Tebo setahun kedepan. “Para peserta juga mendapatkan materi pengkaderan seperti tentang PMII, manajemen organisasi, serta mahasiswa dan tanggung jawab sosial, bahkan pada malam terakhir kita sengaja menggelar dizikir bersama ustadz Hasan Basir,S Pd I,” ujarnya.
Selain itu kegiatan dzikir tersebut dilakukan tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi bagaimana PC PMII Tebo dan Para Anggota Baru dapat memetik hikmah dari setiap bentuk kegiatan selama Mapaba, dan tentunya juga sebagai ibadah dalam mencari ketenagan diri, keberkahan dan Ridho Allah SWT. 
Sedangkan  tentang PMII meliputi sejarah lahirnya PMII sebagai organisasi eksternal kampus, AD/ART, sistem permusyawaratan, kedudukan, hingga maksud dan tujuan PMII. Materi itu disampaikan langsung Khairul Anwar S Pd yang merupakan Sekretaris Majelis Pembina Cabang PMII Tebo, dan materi Ahlussunnah Wal Jama’ah yang membicarakan seputar dzikir, fikir dan amal sholeh dalam kehidupan, materi ini langsung di sampaikan oleh Drs.Hafiz yang merupakan Tokoh Agama Di Kecamatan Tebo Tengah.
“Tak kalah pentingnya lagi materi mahasiswa dan tanggung jawab sosial yang disampaikan Sahabat dari Kabupaten Batanghari, Mahfud. Berkaitan erat dengan peran mahasiswa agar cepat tanggap dengan kondisi sosial masyarakat, Dengan begitu, mahasiswa diharapkan dapat ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Ketua Umum PC PMII Tebo, Ishak  mengatakan, kegiatan Mapaba merupakan kegiatan pengkaderan formal dan wajib untuk diikuti oleh setiap anggota sebagai calon generasi penerus PMII ke depan. Rencananya kegiatan itu akan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Dasar (PKD), dan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL). ’’Selain itu, dilakukan juga kegiatan pelatihan kader informal. Seperti diskusi-diskusi PMII, pengiriman delegasi untuk mengikuti pertemuan-pertemuan pembahasan terkait situasi daerah, seperti diskusi perkembangan daerah, diskusi kesehatan dan lain-lain,” katanya. 
Lebih lanjut Ishak menambahkan, ada juga kegiatan pengkaderan bersifat non-formal. Meliputi pelatihan study advokasi (pendampingan), pelatihan kewirausahaan, pelatihan tata administrasi, pelatihan kepemimpinan dan lain-lain. ’’Kader PMII sebagai kaum intelektual, hendaknya memahami 3 pilar pendukung kekaderan. Yaitu kemahasiswaan, keislaman dan keindonesiaan. Hal ini sesuai dengan silabus (sistem, red) pengkaderan PMII,’’ pungkasnya.(*)

14.10.11

SIswa SMP Tebo Ada yang Mewakili Jambi Ke Nasional...

Fitri MAkmur bersama Menterei Pemberdayaan Peremupuan , Linda Amalia
Sulit dipercaya, tapi inilah adanya. Bumi seentak galah serengkuh dayung yang saat ini disebut-sebut sebagai daerah dengan potensi kandungan batu-bara yang besar dan luas lahan sawah yang mencapai 12.000. ternyata juga memiliki potensi lain yang tidak kalah saing dengan daerah lain.

Fitri Makmur, Pelajar SMP Tebo telah berhasil mewakili Propinsi Jambi bersama siswa lainnya dari Kabupaten di Jambi mengikuti Kegiatan Festival Anak Daerah di Solo pada bulan lalu. mau tau dimana Fitri sekolah? dan bagaimana perkembangan sekolah yang saat ini menjadi tempatnya menggali ilmu? ikuti secarik tulisan saya dibawah ini.

10.10.11

Cara Membuat Blog

Cara membuat akun Google

Sebelum belajar cara membuat blog, buatlah akun Google terlebih dahulu!

Kok akun Google? Google dan Blogger adalah milik perusahaan yang sama. Akun Google bisa anda gunakan untuk masuk ke fasilitas Blogger atau fasilitas Google lainnya, termasuk ke Blogger atau Blogspot.

Ayo, kita buat aja dulu akun Google. Caranya adalah sebagai berikut:
  • 1Klik di sini untuk masuk. Tampilan seperti di bawah ini (tampilannya terpotong) akan muncul

  • 2Isi data yang diminta sesuai permintaan. Data tersebut adalah Nama Depan, Nama Belakang, Nama Login yang Diinginkan, Buat Sandi, Masukkan Kembali Sandi, Pertanyaan Rahasia, Jawaban (pertanyaan rahasia anda), Email Pemulihan (boleh kosong), Lokasi, dan Verifikasi Kata.

    Pelan-pelan aja mengisinya supaya tidak ada kesalahan!
  • 3Tekan Saya Menerima. Buat Akun Saya

Mari mulai belajar cara membuat blog

Sekarang masuk ke Blogger

Setelah membuat akun Gmail seperti di atas, anda sudah bisa masuk ke Blogger.
  • 1Klik di sini untuk masuk ke Blogger.

  • 2Isi Nama Pengguna (Email) dan Kata Sandi anda.
  • 3Tekan Masuk
  • 4Anda akan dibawa ke Dasbor Blogger dengan tampilan sebagai berikut:

  • 5Tekan Buat Blog (di sudut kanan atas, di bawah Bahasa) untuk membuat blog anda
  • 6Beri nama blog anda, berisi Judul Blog, Alamat Blog (url) dan Verifikasi Kata

Mengganti Template?
Blogger sudah memasang Template Designer New yang berbeda dengan sebelumnya. Lihat cara menggunakannya di sini

Cara membuat entri atau postingan

Sekarang kita buat entri atau posting anda di blog.
  • 1Dari dasbor anda, akan tampak semua blog yang sudah anda buat. Lalu di bawah judul masing-masing blog akan ada pilihan-pilhan, termasuk di dalamnya untuk membuat entri baru, seperti di bawah ini
    . Klik buat entri baru

  • 2Maka kemudian muncul window tempat anda membuat entri atau postingan. Di situ ada Judul, kemudian Isi entri, lalu Label atau Ketegori.

  • 3Setelah selesai menuliskan entri anda, tinggal klik Terbitkan untuk menerbitkan entri tersebut. Atau bisa juga Draft (entrinya tetap ada cuma tidak terbit), kemudian Pratinjau untuk melihat entri itu sebelum diterbitkan.
  • 4Untuk melihat bagaimana tampilan entri tadi dalam blog anda, klik kanan Lihat Blog

     
  • atau lebih lengkapnya, silahkan klik http://www.squidoo.com/cara-buat-blog

SMAN 3 Tebo Terapkan KPE

Belajar Dari
SMA 2 Jember

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kabupaten Tebo terus melakukan peningkatan mutu dan kualitasnya. Bahkan sejak awal September lalu  sekolah yang terletak di Kota Muara Tebo ini mulai merintis Kartu Pelajar Elektronik (KPE) untuk meningkatkan disiplin siswa dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah itu.

“Sejak September lalu sudah kita siapkan, dan sejak Oktober ini program Kartu Pelajar Elektronik ini sudah mulai berjalan,” ujar Kepala SMAN 3 Tebo, Supridarsono Senin (10/10) kemarin.

KPE merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan disiplin siswa dan guru. Selain itu dengan KPE  ini  tentunya akan mempermudah sekolah untuk  memantau tingkat kehadiran siswa, serta memberikan informasi kepada orang tua guna meningkatkan kontrol siswa.

7.10.11

OSIS MAN 2 Giatkan Ekskul Jurnalis

Jurnalis Ciptakan LifeSkill, Hadapi Dunia Kerja

SETELAH resmi dilantik, Ketua Osis Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tebo Periode 2011-2012, Hamzani mulai melaksanakan program kerjanya. Menggantikan Slamet, Hamzani mengawali masa kepemimpinannya sudah menyiapkan program kerja berupa pelaksanaan jurnalistik sekolah.

“Kita menyambut baik dan mengapresiasi keinginan siswa MAN 2 Tebo untuk aktif di bidang jurnalistik. Kita akan bimbing mereka agar lebih baik dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler ini,” ujar Waka Kesiswaan MAN 2 Tebo, Ardisal saat dijumpai Radar Tebo kemarin (06/10).

Menurut Ardisal, keahlian menulis dapat menjadikan siswa memahami dan mempraktikkan secara langsung teori-teori menulis, sehingga kehadiran ekstrakulikuler jurnalistik bisa membantu siswa dalam memahami pelajaran bahasa.

Apalagi, ekskul jurnalistik sekolah di Kabupaten Tebo memang masih jarang ditemukan. Menurut dia, inilah yang membuat para siswa MAN 2 Tebo mulai bersiap menjajaki dunia ekstrakurikuler yang langka ini. Sebab, kegiatan ekstra di sekolah ini dianggap mampu memberikan life skill. Apalagi, tidak semua lulusan sekolah bias meneruskan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, dengan skill yang dimilikinya itu diharapkan menjadi bekal hidup. Sehingga, ekskul jurnalistik merupakan salah satu diantara kegiatan ekstra yang dapat menyalurkan bakat dan minat siswa.
Kedepannya para pelajar ini akan membuat sebuah koran seputar sekolah yang akrab disebut buletin. Setidaknya, dengan kehadiran buletin sekolah seluruh kegiatan sekolah akan ter-cover dalam penerbitan tersebut.
Manfaatnya pun juga akan banyak. Dimana dengan adanya buletin sekolah, maka mulai bidang redaksi, sirkulasi, tata usaha, disain grafis, hingga advertising (periklanan) akan dijajaki siswa. Bidang redaksi, misalnya, siswa dapat belajar untuk menjadikan sebuah tulisan menarik untuk dibaca dan juga dapat belajar menjadi reporter ataupun wartawan.

“Kehadiran ekstrakurikuler jurnalistik diharapkan kedepannya dapat menjadi sebuah solusi terhadap problematika yang dihadapi oleh siswa, yakni setelah lulus nantinya siswa bisa memanfaatkan skill yang dimilikinya saat ini untuk berkecimpung di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya kegiatan Osis MAN 2 Tebo yang telah terlaksana yaitu adalah seni rupa, yang mencakup kaligrafi, tari, dan sebagainya. Yang sangat mencirikan keislamannya yaitu adalah kegiatan Sarhil Qur’an, Marhaban, dan Tilawah. Bahkan juga pidato tiga bahasa, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. 
 
“Pada tahun ini jurnalistik adalah merupakan program terbaru. Sebelumnya juga banyak prohram yang telah direalisasikan siswa kita ini,” ujar Pembina Osis MAN 2 Tebo Ade menandaskan.(*)

Pengikut