Anomali cuaca yang terjadi berupa musim panas pada Agustus-September di Kabupaten Tebo pada beberapa waktu lalu menimbulkan dampak serius dan mengkhawatirkan. Selain kekeringan, musim kemarau juga berdampak kebakaran serta terhambatnya aktivitas perekonomian masyarakat.
Meskipun sempat hujan pada Minggu (11/9) di hari, warga masih belum merasa tenang. Bahkan segenap warga dan tokoh masyarakat terus berharap agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkoordinir pelaksanaan sholat meminta hujan.



